Berpiki Komputasional Dekomposisi xi dkv
Dalam ilmu komputer, dikenal istilah dekomposisi. Dekomposisi merujuk pada proses pemecahan masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola di dunia komputasi.
Mengutip buku Kajian Pedagogik Pendidikan Ilmu Komputer oleh Prof. Dr. Munir, M.IT, dkk, dekomposisi menjadi salah satu prinsip terpenting dalam cara berpikir komputasi atau computational thinking. Dekomposisi bisa membantu memahami masalah yang kompleks dan menemukan solusi yang lebih efisien dan efektif. Penerapan berpikir ini pun bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dekomposisi Adalah
Dekomposisi adalah penguraian atau proses perubahan masalah kompleks menjadi masalah yang lebih sederhana. Sehingga dapat mudah dipahami, dipecahkan, serta dievaluasi secara terpisah.
Dekomposisi merupakan salah satu cara atau langkah dalam computational thinking. Menurut buku berjudul Computational Thinking oleh Peter J. Denning dan Matti Tedre, adapun arti dari computational thinking yaitu metode penyelesaian masalah dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Caranya yaitu dengan menguraikan setiap masalah dengan menjadi beberapa bagian atau tahapan yang efektif dan efisien.
Konsep berpikir ini memungkinkan identifikasi berupa komponen yang diperlukan dalam penyelesaian masalah, pengetahuan tentang input yang diperlukan dan hasil yang diharapkan. Sehingga, dekomposisi memungkinkan untuk mengidentifikasi tugas-tugas tertentu untuk diintegrasikan ke solusi yang lebih komprehensif.
Contoh Penerapan Dekomposisi
Dekomposisi dapat diterapkan dalam menyelesaikan berbagai tugas atau pekerjaan. Berikut di antaranya.
1. Pengembangan Aplikasi Web
Konsep dekomposisi bisa digunakan untuk pengembangan aplikasi web. Misalnya meningkatkan aplikasi web yang memungkinlan pengguna membuat tawaran online. Berikut tahapannya:
-Menyediakan otentikasi pengguna yang memungkinkan pengguna menambahkan item ke keranjang mereka. Misalnya dengan item teks atau data mengenai penjualan baru
-Meningkatkan kemampuan untuk menerima dan memproses pembayaran. Hal ini memfasilitasi pemahaman mengenai di mana data akan disimpan dan bagaimana dapat menambah, mengurangi dan mengganti item dalam database.
-Meningkatkan aplikasi dengan fitur lain, seperti kemampuan untuk mencari item dalam keranjang belanja atau data berdasarkan kategori.
2. Membuat Artikel dari Hasil Terjemahan Bahasa Asing
Dalam pembuatan artikel hasil terjemahan bahasa asing, tahap dekomposisi dilakukan dengan:
-Membaca dan memahami hasil terjemahan dengan cermat
-Mengidentifikasi konteks, struktur kalimat dan makna umum dari teks
Contoh Lain Dekomposisi dalam Berpikir Komoutasional.
Contoh lain Berpikir Komputasional dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut beberapa contoh berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari yang telah dihimpun detikSulsel dari berbagai sumber.
1. Merencanakan Liburan
Salah satu contoh cara berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari bisa terlihat pada penyusunan perencanaan liburan. detikers dapat menggunakan metode abstraksi untuk memecah proses perencanaan menjadi tugas-tugas yang lebih kecil.
Misalnya memilih destinasi, menentukan anggaran, dan meneliti akomodasi. Setelah abstraksasi selesai, selanjutnya menerapkan generalisasi dengan mengidentifikasi pola dan kesamaan antara pilihan liburan yang berbeda, seperti biaya, iklim, dan aktivitas.
Hal ini membantu mereka mempersempit pilihan dan membuat keputusan dengan lebih efisien. Kemudian lakukan penalaran logis untuk menentukan waktu terbaik untuk berangkat berdasarkan faktor-faktor seperti cuaca, keramaian, dan biaya.
Setelah liburan, analisis dan evaluasi hasil yang dari perencanaan liburan itu. Cara ini dapat dilakukan dengan menilai keberhasilan liburan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, seperti mengurangi biaya atau menemukan lebih banyak aktivitas.
2. Prediksi Cuaca
Contoh cara berpikir komputasional juga bisa dilihat pada proses memprediksi cuaca. Memprediksi cuaca menggunakan proses yang melibatkan penggunaan data, model, dan algoritme.
Prosesnya dimulai dengan ahli meteorologi mengumpulkan sejumlah besar data dari berbagai sumber seperti stasiun cuaca, satelit, dan radar. Data ini kemudian dianalisis dan diolah untuk mengidentifikasi pola dan tren yang dapat digunakan untuk membuat prediksi.
Setelah data diperoleh, nantinya akan diolah menggunakan model matematika dan algoritma yang diterapkan untuk menghasilkan kondisi cuaca dan membuat prediksi.
3. Mendeteksi Penipuan
Lembaga keuangan menggunakan metode pemikiran komputasi untuk menganalisis data sekaligus mengidentifikasi pola yang mungkin mengindikasikan aktivitas penipuan. Dalam kasus penipuan, generalisasi membantu mengidentifikasi berbagai jenis penipuan, sementara penalaran logis digunakan untuk mengambil keputusan.
Misalnya, memilih metode terbaik untuk mendeteksi penipuan berdasarkan faktor-faktor seperti jenis penipuan, data yang tersedia, dan sumber daya.
Setelah penipuan terdeteksi, analisis dan evaluasi hasil dapat dilakukan dengan menilai efektivitas metode deteksi.
Hal ini dapat berupa pengidentifikasian area yang perlu ditingkatkan, seperti menggabungkan lebih banyak sumber data atau menggunakan model yang lebih canggih. Informasi ini sekarang diterapkan untuk membuat keputusan tentang deteksi penipuan di masa depan sekaligus meningkatkan akurasinya.
4. Mencuci Pakaian Putih
Metode berpikir komputasional juga dapat dilakukan ketika ingin mencuci pakaian putih. detikers dapat menggunakan metode dekomposisi terlebih dahulu, seperti mengumpulkan pakaian putih yang akan dicuci, menyiapkan alat cuci, ember, dan memahami proses pencucian.
kemudian melakukan pengenalan pola. Metode ini untuk mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih, mulai dari memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang dibutuhkan.
Setelah mengetahui berapa banyak pakaian kotor, detikers bisa melanjutkan dengan menyatukan pakaian kotor ke dalam ember dan mencuci, hingga menjemurnya. Dalam berpikir komputasional, tahapan ini dikenal sebagai metode abstrak .
Selesai melakukan aktivitas di atas, selanjutnya analisis dan evaluasi hal-hal yang perlu dan tidak perlu untuk dilakukan.
5. Memasak Bubur Ayam
Apakah detikers sudah tau, kalau memasak bubur ayam juga bisa dilakukan dengan berpikir komputasional? Hal ini bisa dilakukan untuk memasak sekaligus menambah pemahaman.
Pada tahap awal, detikers bisa menggunakan metode dekomposisi. Tahap ini akan membagi langkah-langkah dalam penyiapan memasak bubur ayam.
Misalnya, menyiapkan bahannya mulai dari ½kg beras, air, kaldu ayam secukupnya, dan ¼ daging ayam tempat. Tak hanya bahan, alatnya juga bisa dipersiapkan melalui metode dekomposisi, seperti menyediakan tempat nasi dan rice cooker.
Setelah bahan dan alat selesai, lanjut pada pengenalan pola. Pengenalan pola yang dimaksud di sini seperti memahami proses memasak bubur ayam. Mulai memasak air, memasak beras, hingga menyalakan mesin pemasak nasi.
Adapun cara selanjutnya dengan menggunakan abstraksi. Kali ini detikers akan mencari dan memperkirakan seberapa banyak beras yang dibutuhkan ketika ingin memasak bubur ayam dan bagaimana membuat beras tersebut pas dengan air yang akan dimasukkan ke dalam rice cooker.
Ketika sudah memahami semua metode di atas, langkah terakhir adalah membuat algoritmanya. Cara ini harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur dalam pembuatan bubur ayam, dimulai dari memasukkan beras secukupnya, air secukupnya, kaldu ayam dan potongan ayam lalu menyalakan mesin pemasak nasi.
Komentar
Posting Komentar